Atlet Malas Ketahuan di VO2MAX

BATU- KONI Kota Batu punya cara tersendiri untuk mencari tahu kebiasaan atletnya. Salah satunya dengan melaksanakan Tes VO2MAX yang dilaksanakan di Gor Gajahmada, Selasa (16/6/2026). Lewat tes ini, akan diketahui jika atlet malas berlatih.

Hal ini dikemukakan oleh Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi disela-sela pelaksanaan Tes VO2MAX. Ia mengatakan tes ini untuk melihat performance atlet pasca pelaksanaan Porprov Jatim tahun 2026.

“Kalau atletnya malas berlatih, pasti akan kelihatan dalam tes ini. Karena itu hari ini KONI Kota Batu melaksanakan tes VO2MAX, pertama untuk melihat kondisi atlet, sekaligus persiapan kita melaksanakan Puslatkot KONI Kota Batu tahun 2026 sekaligus persiapan menjelang Porprov X tahun 2027 yang akan dilaksanakan di Surabaya,” ujar Sentot.

Ia mengatakan kegiatan ini merupakan upaya KONI Kota Batu jauh-jauh hari mempersiapkan atletnya untuk berlaga di Porprov X tahun 2027. “Pada tahap ini kita akan mencari tahu, siapa-siapa atlet yang layak masuk dalam Puslatkot KONI Kota Batu. Bagaimana kebugaran fisik mereka, sekaligus pemanasan menuju Porprov Jatim 2027,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Sentot mengajak seluruh pelatih untuk memanfaatkan momen ini untuk melihat performance atletnya dan menyiapkan data base atlet yang akan dijadikan pijakan membina atlet yang diproyeksikan menuju Porprov Jatim 2027. “Kita serius mempersiapkan atlet kita yang akan berlaga di Porprov tahun 2027,” ujar Sentot.

Tes VO2MAX ini diikuti 292 atlet dari 30 cabang olahraga yang berada di naungan KONI Kota Batu. Atlet yang mengikuti tes VO2MAX ini adalah atlet peraih medali Porprox IX Jatim tahun 2026 atau atlet peraih kejurprov tahun sebelumnya.

Dalam tes awal ini mereka harus mengikuti Bleep test (atau multistage fitness test) berfungsi untuk mengukur kapasitas aerobik maksimal (VO2Max) dan daya tahan kardiovaskular.  Tes ini menggunakan metode lari bolak-balik sejauh 20 meter dengan irama audio yang semakin cepat.

Dalam tes ini tercatat. Rekor level tertinggi awalnya dipecahkan oleh Atlet Triathlon, Akben Gery Mustofa yang mengakhiri lari pada level 12,3. Tidak berselang lama, Atlet Wushu Achmad Zainun  yang mengakhiri larinya di level 12,2.

Penonton tidak mengerti apa yang membuat Zainun mengakhiri larinya, karena semua melihat Zainun masih dalam kondisi bugar, malahan ia mengakhiri lari dengan gaya roll depan yang membuat seluruh penonton bertepuk tangan.

Satu lagi atlet putra yang meraih level terbaik adalah atlet MPI, Akmalucas Irfano yang mengakhiri larinya di level 12,3.

Sementara level atlet terbaik putri diraih Atlet Selam Michelle Adisty Putri yang mengakhiri larinya di level 10,1. Keempat atletnya ini langsung mendapatkan bonus dari Ketua Pengcabnya masing-masing.

Tantangan utama dalam bleep test (tes lari bolak-balik 20 meter) adalah kombinasi kelelahan fisik, tuntutan mental untuk menjaga ritme, dan tekanan kardiovaskular. Peserta harus berlari antara dua garis sejauh 20 meter dan tiba tepat saat bunyi beep. Seiring level meningkat, interval waktu beep semakin cepat dan intensitas semakin tinggi.

Peserta pun diuji akselerasi dan deselerasi dimana mereka harus berhenti, berbalik arah, dan berakselerasi secara konstan. Hal ini tentu sangat membebani otot kaki dan persendian. Tubuh pun harus memompa dan menggunakan oksigen secara maksimal di bawah tekanan. (hms)