BATU – Rencana masuknya empat cabang olahraga baru dalam naungan KONI Kota Batu dan usulan dilaksanakan Pekan Olahraga Kota (Porkot) di Kota Batu menjadi bahasan hangat dalam Rapat Kerja KONI Kota Batu tahun 2025 yang dilaksanakan hari ini, Sabtu (8/11/2025) di Hotel Zam-Zam.
Dalam Sidang Komisi A yang membahas tentang organisasi memberikan persetujuan kepada pengajuan empat cabang olahraga baru, yakni Kriket (PCI), Woodball (IWBA), Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) dan Hapkido Indonesia.
Langkah empat cabor ini tidak mulus, karena dalam Sidang Pleno, ada peserta yang mempertanyakan kriteria cabor yang bisa diterima KONI. “Saya tidak keberatan menerima cabor, cuman menanyakan bagaimana kriteria cabor agar bisa diterima KONI, soalnya dahulu waktu kita mau jadi anggota KONI, sulitnya minta ampun, harus berprestasi terlebih dahulu,” kata salah seorang peserta.
Terjadi dialog dalam Sidang Pleno tersebut. Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi menjelaskan bahwa kriteria cabang olahraga yang bisa masuk dalam naungan KONI Kota Batu sudah tercantum dalam Anggaran Dasar dan Rumah Tangga.
Keempat cabang olahraga yang akan diterima menjadi anggota KONI ini, juga sudah mendapatkan rekomendasi dari Pengprov Jatim. Selain itu beberapa cabor baru ini, atletnya sudah meraih prestasi dalam berbagai even.
Akhirnya peserta Rapat Kerja yang merupakan Pengurus KONI dan Pengurus Cabang Olahraga menyetujui diterimanya keempat cabor baru tersebut. Usai Sidang Pleno dilakukan penyerahan pataka keempat cabang olahraga ini kepada Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi.
Sementara di Sidang Komisi C (bidang prestasi), peserta rapat mengusulkan dilaksanakan Pekan Olahraga tingkat Kota atau Porkot. Even ini sebenarnya sudah pernah dilaksanakan oleh KONI Kota Batu, namun terhenti karena ada perubahan waktu pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.
“KONI Kota Batu pernah menyelenggarakan Porkot ini hingga Porkot V, kalau tahun ini Porkot bisa terlaksana berarti Porkot ke VI,” ujar Kabid Organisasi Hukum dan Olahraga, Budi Winarto. Komisi C membawa usulan ini dalam Sidang Pleno.
Audiens Sidang Pleno langsung mengamini usulan ini. Cabang olahraga memandang ajang olahraga multievent tingkat kota ini dibutuhkan untuk menggairahkan olahraga sekaligus untuk menjaring atlet-atlet yang akan dikirim dalam Porprov Jatim.
“Pelaksanaan even ini tentu disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang dialokasikan Pemkot Batu kepada KONI,” ujar Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi.
Sementara itu Sidang Komisi B, Bidang Program, peserta mengusulkan dilaksanakan penataran wasit dan pelatih serta dilaksanakannya Bimtek penyusunan SPJ.
Dalam Sidang Pleno sempat terjadi dialog terkait persyaratan lisensi pelatih. Dalam draft usulan disebut bahwa pelatih adalah mantan atlet yang memiliki lisensi. Hal ini dipertanyakan oleh Pengurus Cabang Olahraga Gulat, karena jika aturan ini dilaksanakan, cabor yang dipimpinnya akan mengalami kesulitan.
“Menurut hemat kami, pelatih tidak perlu seorang mantan atlet, pelatih cukup memiliki lisensi,” ujar Ruli. Argumen ini bisa diterima peserta sidang pleno. Berbagai bahasan menarik, memang dilontarkan dalam Rapat Kerja KONI tahun 2025.
Semua blak-blakan mengutarakan uneg-unegnya secara positif. Semua memiliki niat yang sama Menyusun program yang bisa berdampak pada peningkatan prestasi. Hal ini sesuai dengan tema Rapat Kerja yakni meningkatkan prestasi olahraga melalui program dan strategi untuk mempersiakan desain besar olahraga.
Rapat Kerja KONI tahun 2025 ini dilaksanakan di Hotel Zam-Zam Kota Batu. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M Chori. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diamanatkan AD ART.
Kegiatan ini diikuti 44 cabang olahraga dari 46 cabang olahraga yang bernaung dibawah KONI Kota Batu. Lewat rapat kerja yang diikuti pengurus KONI dan pengurus cabor ini, KONI meminta masukan semua elemen yang ada.
Mulai dari evaluasi program, menerima atau menolak laporan pertanggungjawaban, penyusunan dan merumuskan program tahun anggaran 2026. Dalam laporannya, ketua KONI Kota Batu mengatakan bahwa prestasi yang membanggakan sudah ditorehkan di Porprov IX Jatim.
“Semua berkat kerja keras kita bersama. Ketika Wagub Jatim menyebut kota kita sebagai kota yang kecil-kecil cabe rawit, jangan kita terlalu berbangga. Ini adalah ujian dan tantangan bagi kita menyambut Porprov X Jatim mendatang di Surabaya,” ujar Sentot.
Sementara itu Chori yang mewakili Wali Kota Batu, Nurochman mengatakan bahwa Pemkot Batu berkomitmen mendukung program Kepemudaan dan Keolahragaan seperti yang tercantum dalam visi misi wali kota.
Saat ini Pemkot Batu sedang berikhtiar untuk membangun sarana prasarana olahraga dengan membangun Sport Centre dan Stadion Brantas. Dalam kesempatan itu, Chori mengapresiasi kinerja pengurus KONI Kota Batu yang bisa berkolaborasi baik dengan pemerintah daerah, sehingga bisa meraih kesuksesan dalam penyelenggaraan Porprov.
“Selamat Rapat Kerja semoga tersusun program kerja yang baik. Kami merekomendasikan agar dalam Rapat Kerja ini dilakukan evaluasi menyeluruh berkaitan dengan pembinaan dan manajerial organisasi,” ujarnya.
Pemkot Batu juga merekomendasikan penetapan cabor unggulan untuk persiapan Porprov X, menguatkan sinergi dengan pelaku usaha dan melaksanakan sertifikasi pelatih serta melakukan digitalisasi data olahraga. (humas)
